Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kemlu Sebut Pemulangan 9 WNI dari Turki Masih Menunggu Pemeriksaan Kesehatan
Advertisement . Scroll to see content

Aktivis GSF Australia: Tentara Israel Perlakukan Kami Lebih Buruk daripada Hewan

Jumat, 22 Mei 2026 - 09:00:00 WIB
Aktivis GSF Australia: Tentara Israel Perlakukan Kami Lebih Buruk daripada Hewan
Bianca Webb-Pullman, dokter aktivis GSF asal Australia,mengungkap kekejaman tentara Israel terhadap dirinya (Foto: Anadolu)
Advertisement . Scroll to see content

ISTANBUL, iNews.id - Dokter asal AustraliaaktivisGlobal Sumud Flotilla (GSF), Bianca Webb-Pullman, mengungkap kekejaman yang dilakukan tentara Israel terhadap dirinya serta para aktivis misi kemanusiaan Gaza lainnya. 

Dia mengatakan para aktivis diperlakukan lebih buruk daripada hewan selama dalam penahanan.

“Kami bukan penjahat. Kami diperlakukan lebih buruk daripada hewan. Maksud saya, hewan, Anda masih akan memberinya air,” ujar Webb-Pullman, kepada Anadolu, dikutip Jumat (22/5/2026).

Menurut dia, para aktivis mengalami berbagai bentuk kekerasan fisik selama ditahan setelah kapal misi kemanusiaan mereka dicegat Israel sejak Senin lalu. 

Menurut dia, perlakuan pasukan Israel terhadap rombongan GSF sangat agresif sejak awal. Bahkan, kapal mereka disebut sempat ditembaki sebelum akhirnya ditahan.

Webb-Pullman mengaku para aktivis dipukuli, ditendang, hingga disetrum selama berada dalam tahanan. 

Bahkan saat diturunkan dari kapal yang disebutnya sebagai “kapal penjara”, para aktivis diseret keluar dalam posisi yang menyiksa.

“Kami ditahan di sana selama lebih dari 1 jam, sementara tentara Israel memutar lagu kebangsaan berulang kali sambil mengatakan, ‘Selamat Datang di Israel’, sambil bersikap brutal terhadap semua orang,” katanya.

Dia menambahkan, tindakan tentara Israel sangat merendahkan martabat manusia. Para aktivis disebut dibiarkan kelaparan dan kehausan tanpa akses bantuan medis memadai.

“Mereka memukuli dan menendang orang-orang. Itu berlangsung sepanjang proses di dermaga dan sangat merendahkan martabat,” ujarnya.

Webb-Pullman menjelaskan dirinya bergabung dengan GSF bersama sejumlah tenaga medis Australia lainnya untuk mengirim bantuan kemanusiaan dan medis ke Jalur Gaza. Dia memutuskan ikut misi tersebut setelah mengetahui kondisi warga Palestina, khususnya serangan terhadap fasilitas kesehatan di Gaza.

Dia juga mengungkapkan, banyak tenaga medis dalam rombongan mengalami kekerasan parah dan tetap dipaksa merawat korban di kapal tanpa dukungan medis dari militer Israel.

“Banyak rekan medis saya mengalami kekerasan parah, dan dipaksa untuk merawat pasien di atas kapal tanpa dukungan medis dari IOF,” ujarnya.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut