Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Perjanjian Nuklir AS-Rusia Berakhir, Sekjen PBB: Ini Momen Genting Dunia
Advertisement . Scroll to see content

Aksi Tentara Minum Darah Kobra dalam Latihan Perang di Thailand Dikecam Aktivis Satwa

Selasa, 23 Februari 2021 - 11:07:00 WIB
Aksi Tentara Minum Darah Kobra dalam Latihan Perang di Thailand Dikecam Aktivis Satwa
Aktivis hak-hak satwa mendesak latihan perang dengan memakan satwa liar dihentikan untuk menghindari pandemi di masa mendatang (Foto: EPA)
Advertisement . Scroll to see content

LONDON, iNews.id - Latihan militer di Thailand yang menunjukkan para tentara memimum darah ular kobra serta memakan tokek serta hewan lainnya dikecam aktivis hak satwa. Alasannya, aksi mereka bisa memicu pandemi berikutnya.

Para aktivis memperingatkan latihan bertahan hidup di hutan yang mengonsumsi hewan liar berisiko menyebarkan penyakit mirip dengan Covid-19 di masa depan.

Tentara dari beberapa negara ikut serta dalam latihan perang Cobra Gold yang digelar rutin setiap tahun di Thailand. 

Organisasi pemerhati satwa PETA menyatakan, para tentara dilatih membunuh hewan dengan tangan kosong lalu memakannya tanpa melalui proses masak. Di antara hewan yang diminum darah serta dimakan dagingnya adalah ular kobra, tokek, kalajengking, dan tarantula.

Instruktur dari Marinir Kerajaan Thailand menunjukkan bagaimanan meminum darah ular dapat membantu mereka bertahan hidup jika tidak ada air serta bisa memberikan nutrisi penting.

PETA menyerukan agar latihan bertahan hidup dengan memakan satwa liar ditiadakan tahun ini untuk mengantisipasi pandemi berikutnya.

Organisasi mengirim surat kepada Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace agar mendesak penyelanggara tidak menggunakan satwa hidupm melainkan menggantinya dengan makanan lain selain satwa.

"Pengiriman personel militer ke Thailand untuk meminum darah ular yang dipenggal merupakan absurd yang bisa memicu pandemi berikutnya. Penggunaan hewan hidup selama Cobra Gold menimbulkan risiko penyebaran penyakit zoonosis mirip dengan Covid-19, membahayakan pasukan dan masyarakat luas," bunyi pernyataan, dikutip dari The Sun, Selasa (23/2/2021).

Virus corona baru atau SARS-CoV-2 diketahui berasal dari kelelawar dan pertama kali ditularkan ke manusia melalui kontak dengan inang hewan perantara.

PETA menggarisbawahi temuan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS bahwa sekitar 75 persen penyakit menular muncul belakangan ini bermula dari hewan.

Para ilmuwan memperkirakan manusian akan menghadapi keadaan darurat kesehatan atau pandemi setiap 5 tahun yang kemungkinan disebabkan oleh penyakit zoonosis, yakni infeksi berpindah dari hewan ke manusia.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut