Afghanistan Memanas, PBB Desak Taliban Hentikan Serangan Mulai Negosiasi
Sementara itu Juru Bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan, organisasi mengevaluasi situasi keamanan di Afghanistan setiap jam serta mengevakuasi beberapa staf ke Kabul. Namun dia menegaskan tidak akan memindahkan personelnya dari negara itu.
PBB menempatkan petugas di beberapa daerah yang kini telah direbut Taliban. Ada sekitar 3.000 staf lokal serta 300 berkebangsaan asing di Afghanistan.
Sebelumnya Taliban membantah menargetkan serta membunuh warga sipil selama pertempuran merebut kota-kota di Afghanistan, bahkan mereka menyerukan penyelidikan independen melibatkan lembaga internasional.
Juru Bicara Taliban Suhail Shaheen mengatakan, gerilyawan justru berusaha meyakinkan warga bahwa mereka tidak akan mengusik rumah atau keluarga.
"Kami tidak menargetkan warga sipil atau rumah mereka di wilayah mana pun, melainkan operasi telah dilakukan dengan sangat presisi dan hati-hati," kata Shaheen, seraya menambahkan pasukan pemerintah Afghanistan serta pasukan asing lah yang harus betranggung jawab atas jatuhnya korban warga sipil.
Pernyataan itu disampaikan pada Rabu setelah PBB mengeluarkan pernyataan lebih dari 1.000 warga sipil tewas dalam sebulan terakhir. Selain itu Komite Internasional Palang Merah (ICRC) menyebutkan, sejak 1 Agustus sekitar 4.042 orang yang terluka dan dirawat di 15 fasilitas kesehatan.
Editor: Anton Suhartono