Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Lawan Bulgaria, John Herdman Ingatkan 15 Menit Awal Jadi Kunci Timnas Indonesia
Advertisement . Scroll to see content

Ada Pasar Jodoh di Negara Eropa Ini, Ayah ‘Jual’ Putrinya kepada Pelamar jika Harga Cocok

Senin, 23 Oktober 2023 - 14:17:00 WIB
Ada Pasar Jodoh di Negara Eropa Ini, Ayah ‘Jual’ Putrinya kepada Pelamar jika Harga Cocok
Di pasar jodoh Stara Zagora, Bulgaria, gadis-gadis muda yang masih perawan diarak di depan para pelamar yang menawar mereka. (Foto: The Daily Star)
Advertisement . Scroll to see content

SOFIA, iNews.id – Di Wilayah Stara Zagora, Bulgaria, ada pasar jodoh yang terbilang kontroversial. Pasar itu diselenggarakan setiap musim semi. 

Di sana gadis-gadis muda, yang masih perawan, diarak di depan para pelamar yang menawar mereka. Oleh kalangan masyarakat lokal, pasar jodoh itu dikenal sebagai “Pasar Pengantin Gipsi”. Laporan New York Times (NYT) mengungkapkan, para gadis di sana terlihat mengenakan rok beludru panjang dan kerudung berwarna cerah dengan perhiasan emas bersinar di leher, jari tangan, telinga, dan gigi mereka.

Berikut beberapa fakta tentang pasar jodoh di Stara Zagora, Bulgaria:

Sudah tradisi

Klan Kalaidzhi dari etnik Romani yang beranggotakan 18.000 orang di Bulgaria, berkumpul setiap tahun untuk menggelar pertemuan terbesar mereka di pasar jodoh tersebut. Pasar itu diadakan pada hari Sabtu pertama Prapaskah Kristen Ortodoks. Para penjaja gadis dan calon pengantin pria biasanya terlibat diskusi dan tawar-menawar yang alot terkait mas kawin. Setelah cocok soal harga, barulah gadis dan si pelamar berujung di pelaminan.

Tradisi pasar jodoh ini membuat kesempatan bagi para remaja untuk berinteraksi dengan orang-orang Kalaidzhi lainnya dan calon pasangan hidup mereka menjadi terbatas. Klan tersebut memang tidak senang pacaran. Selain itu, pernikahan dengan orang luar klan mereka juga tidak disukai.

Semakin cantik, harga gadis pun makin mahal

Seorang etnografer dari Akademi Ilmu Pengetahuan Bulgaria, Velcho Krustev mengungkapkan bahwa pria Kalaidzhi tidak membeli seorang istri, melainkan keperawanannya. Menurut dia, keluarga baru pengantin wanita akan memperlakukannya dengan baik karena adanya uang tunai.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut