Ada-Ada Saja! Perempuan ini Pura-Pura Bisu 16 Tahun agar Dapat Tunjangan Disabilitas
Berdasarkan penelusuran oleh perusahaan pada 2019, 16 tahun setelah tunjangan disabilitas dicairkan, terungkap tidak satu dokter spesialis pun yang dikunjungi perempuan itu sejak 2009. Perusahan lalu meminta tim dokter untuk memeriksa ulang kondisi perempuan tersebut yang hasilnya tak ada masalah dengan kemampuannya dalam bicara.
Belum cukup, perusahaan juga melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan menyewa jasa detektif swasta. Hasil penyelidikan yang dilakukan beberapa pekan, sang detektif memastikan perempuan itu bisa berbicara layaknya orang normal.
"Perempuan bisu tersebut ternyata berbicara dengan normal di jalanan, mengobrol dengan ibu-ibu di luar gerbang sekolah, menggunakan ponsel tanpa masalah, dan mengikuti kelas Zumba," bunyi pernyataan perusahaan asuransi.
Dengan bukti terakhir ini, perusahaan asuransi mengambil tindakan hukum sebagai dasar untuk menghentikan pemberian tunjangan disabilitas.
Pengadilan Tinggi Andalusia (TSJA) pada Januari 2025 membuat putusan mendukung perusahaan asuransi bahwa bukti yang diajukan di pengadilan valid dan bahwa perusahaan tidak perlu lagi membayar tunjangan disabilitas kepada perempuan tersebut.
Setelah putusan itu, perempuan tersebut menjalani proses hukum untuk menetapkan hukuman yang akan dijatuhkan terkait penipuan ini. Dia didakwa menerima uang tunjangan disabilitas padahal kondisinya tak memenuhi syarat.
Perusahaan asuransi kemungkinan besar juga akan menuntut perempuan tersebut untuk mendapatkan kembali manfaat yang telah dibayarkan selama 16 tahun.
Editor: Anton Suhartono