85 Orang Tewas akibat Banjir dan Tanah Longsor di Filipina
Tim penyelamat termasuk kepolisian dan militer menggunakan alat berat untuk membersihkan jalan menuju lokasi longsor dan memasuki kawasan banjir menggunakan perahu karet.
“Matahari sudah keluar, dengan beberapa kali hujan gerimis. Kami harap banjir akan mereda,” tutur Ronna Monzon, anggota personel operasional di badan bencana Bicol, kepada Reuters.
Sebanyak 20 siklon tropis menerjang Filipina setiap tahun yang menghancurkan lahan pertanian dan infrastruktur serta menewaskan banyak warga.
Berbagai bencana pun menjadi salah satu faktor yang membebani pertumbuhan ekonomi di negara itu.
Pada September lalu, topan Mangkhut menerjang Filipina. Topan Mangkhut membawa kecepatan angin mencapai 255 km per jam. Dalam bahasa lokal, topan Mangkhut disebut Ompong.
Topan tersebut memiliki diameter 900 kilometer dan disamakan dengan topan Haiyan yang menewaskan 6.300 orang pada 2013. Otoritas Filipina mengevakuasi ribuan warga untuk menghindari dampak lebih buruk.
Editor: Nathania Riris Michico