"Protes ini seharusnya dilakukan minggu lalu, tetapi dilarang," ujar Nicholas Haque.
5. Turki
Sehari sebelum kunjungan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken ke Turki untuk melakukan pembicaraan mengenai Gaza, ratusan pengunjuk rasa berkumpul di Istanbul dan Ankara. Mereka membawa spanduk bertuliskan, "Blinken, kaki tangan pembantaian, pergilah dari Turki", dengan gambar Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Blinken bersama dengan tanda "X" merah di atasnya.
Tak hanya itu, terdapat pula poster bertuliskan, "Israel mengebom rumah sakit, Biden yang membayarnya." Konvoi kebebasan untuk Palestina juga ada yang menuju ke pangkalan militer Incirlik di dekat kota selatan Adana, yang digunakan oleh pasukan Turki dan AS.
6. Italia
Sekitar 4.000 pengunjuk rasa berbaris di jalanan Milan untuk mendukung gencatan senjata, menurut media setempat. Demonstrasi yang menyerukan slogan ‘Hentikan perang, tidak ada rasisme’ ini berlangsung tepat saat pendemo dari pihak lain menyerukan unjuk rasa untuk ‘membela Barat’.
7. Amerika Serikat
Puluhan ribu orang turun ke jalan di Washington, DC dalam demonstrasi terbesar sejak perang dimulai pada 7 Oktober. Sekitar 20.000 hingga 100.000 orang yang tumpah ruah di jalanan tak hanya berasal dari warga Amerika keturunan Arab, tetapi dari berbagai kalangan.
Seorang pengunjuk rasa Yahudi Amerika yang ikut dalam pawai untuk Gaza mengatakan bahwa Presiden Joe Biden harus berhenti mendanai tentara Israel.
"Saya seorang manusia dan saya peduli dengan orang-orang di Gaza yang dibunuh. Saya peduli dengan genosida yang terjadi atas nama orang-orang Yahudi oleh Zionis yang tidak mewakili Yudaisme," katanya kepada Al Jazeera.
"Saya keberatan jika AS mendanai perang genosida ini. Itulah yang kami lakukan. Ini tidak akan terjadi jika AS tidak mendanai Israel," tambahnya.
Demikian beberapa negara yang melakukan aksi Bela Palestina. Beberapa dari aksi tersebut nyatanya sempat dilarang pemerintah setempat.
Editor: Komaruddin Bagja