Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Menlu Iran Blak-blakan Tak Percaya dengan AS: Ada Kemungkinan Mereka Menipu!
Advertisement . Scroll to see content

5 Fakta Rudy Kurniawan Raja Pemalsu Wine, Korbannya dari Seluruh Dunia

Rabu, 14 April 2021 - 14:28:00 WIB
5 Fakta Rudy Kurniawan Raja Pemalsu Wine, Korbannya dari Seluruh Dunia
Sketsa Rudy Kurniawan menjalani sidang pada 2014 (Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Otoritas Amerika Serikat mendeportasi Rudy Kurniawan, WNI yang dihukum terkait kasus penipuan dan pemalsuan minuman anggur atau wine, ke Indonesia pekan lalu. 

Kasus ini sempat menghebohkan AS 10 tahun lalu karena Rudy mengeruk keutungan jutaa dolar dari bisnis ilegalnya itu.

Pendeportasian pria 44 tahun itu terungkap lewat pernyataan tertulis Bea Cukai dan Penegakan Imigrasi AS, Selasa (13/4/2021). 

“Dia (Rudy) adalah ancaman keamanan publik karena kejahatannya sangat parah,” bunyi pernyataan bea cukai AS.

Berikut lima fakta mengenai sosok Rudy Kurniawan serta kasus yang dihadapinya:

1. Keponakan Buronan Kakap Eddy Tansil

Rudy Kurniawan berasal dari keluarga orang berduit di Indonesia. Dia juga keponakan buron koruptor kelas kakap, Eddy Tansil.

Harta kekayaan keluarganya diperoleh dari menjalankan bisnis distributor bir di Indonesia. 

2. Pergi ke AS dengan Visa Pelajar

Pria bernama lahir Zhen Wang Huang itu melakukan perjalanan ke AS dengan visa pelajar pada 1990-an. Setelah visanya habis, dia diminta meninggalkan AS secara sukarela, namun tetap tinggal di negara itu secara ilegal. 

Dia sempat dihukum karena kasus pemalsuan surat dan penipuan kawat pada 2013 di Pengadilan Federal New York. Akibat kejahatannya itu dia dihukum 7 tahun penjara. 

Setelah menyelesaikan hukuman Rudy dimasukkan ke tahanan imigrasi pada November lalu sebelum dideportasi.

3. Raup Puluhan Juta Dolar AS dari Menipu

Jaksa penuntut mengatakan Rudy meraup puluhan jutaan dolar AS antara 2004 hingga 2012 dengan memasukkan wine Napa dan Burgundy. Dia menggunakan produk berharga murah ke botol palsu di rumahnya di pinggiran Los Angeles.  Para korbannya merupakan orang-orang kaya di seluruh dunia. 

Dia juga membangun reputasi sebagai pembeli dan penjual wine langka. Dari bisnis ini Rudy meraup puluhan juta dolar di berbagai lelang wine. 

Kolektor anggur lainnya menjuluki Rudy dengan 'Dr Conti' karena kecintaannya pada wine Burgundy, Domaine de la Romanee-Conti.

Dalam satu lelang pada 2006, Rudy melego wine senilai 24,7 juta dolar AS. Itu adalah rekor harga harga untuk satu penerima barang.

Secara keseluruhan, Rudy diduga telah menjual sebanyak 12.000 botol wine palsu. Bahkan, banyak di antaranya mungkin masih menjadi barang koleksi orang-orang berduit.

4. Kasusnya Difilmkan pada 2016

Begitu terkenalnya kasus penipuan Rudy sampai-sampai sepak terjangnya diceritakan kembali dalam film dokumenter Netflix pada 2016 berjudul 'Sour Grapes' serta dalam episode 'The Con' di kanal ABC.

5. Akhir Petualangan, Wine Palsu Rudy Terlacak Produsen

Kelicikannya terkuak setelah beberapa kiriman yang dia ajukan untuk dilelang ternyata palsu. Pada 2007, saat berusaha menjual Chateau Le Pin produksi 1982 di rumah lelang Christie's Los Angeles, perwakilan Le Pin menemukan botol yang digunakan Rudy palsu. 

Mereka pun menghubungi Christie's sehingga lelang dibatalkan. Pada 2008, sebanyak 22 lot anggur Domaine Ponsot senilai lebih dari 600.000 dolar AS dari Rudy ditarik dari penjualan karena keasliannya diragukan. 

Satu botol Domaine Ponsot yang hendak dijual Rudy dalam lelang pada 2008 diklaim dibuat pada 1929. Padahal, produsen anggur yang bersangkutan tidak melakukan pembotolan sampai 1934. 

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut