5 Fakta Pasukan Israel Serbu Kapal Kemanusiaan Gaza FFC Dinaiki Aktivis Internasional
Mereka adalah aktivis iklim Swedia Greta Thunberg; anggota parlemen Eropa keturunan Prancis-Palestina Rima Hassan; aktivis Jerman Yasemin Acar; aktivis Prancis yakni Baptiste Andre, Pascal Maurieras, Yanis Mhamdi, dan Reva Viard; aktivis Brasil Thiago Avila; Suayb Ordu; aktivis Spanyol Sergio Toribio; aktivis Belanda Marco van Rennes; serta jurnalis Al Jazeera Omar Faiad yang juga berkewarganegaraan Prancis.
Sebelum serbuan terjadi, FFC melaporkan bahwa pasukan Israel mengepung kapal dan menggunakan drone yang menyemprot zat menyerupai cat putih. Komunikasi kapal pun terputus, dan suara-suara mengganggu diputar melalui frekuensi radio.
Aktivis asal Turki, Suayb Ordu, mengungkap dalam video sebelum kejadian bahwa pasukan Israel mengancam akan menembaki kapal jika tidak menghentikan pelayaran.
Para aktivis menegaskan bahwa mereka menjalankan misi secara damai tanpa perlawanan. Mereka telah menyepakati untuk tidak melakukan tindakan provokatif apa pun, bahkan tidak menunjukkan ekspresi agresif.
Jika kapal diserang, mereka hanya akan duduk diam dengan jaket pelampung dan tangan kosong. Hal ini dimaksudkan untuk menunjukkan pada dunia bahwa tidak ada alasan yang membenarkan penyerbuan terhadap mereka.