5 Bahaya Jika Memakan Daging Tikus, Bisa Menyebabkan Kematian
Gejala yang biasa muncul biasanya ditandai dengan demam, batuk, diare, sakit kepala, ruam, dan iritasi pada mata. Gejala-gejala tersebut baru akan terasa setelah 5-14 hari terinfeksi bakteri yang menyebabkan Leptospirosis.
Jika bakteri telah masuk ke hati, ginjal, atau jantung, maka penanganan medis harus segera dilakukan agar tidak terjadi penyakit yang lebih parah.
Bahaya lain yang disebabkan karena mengonsumsi daging tikus adalah Hantavirus. Selain dari kontaminasi urine atau kotoran tikus, Hantavirus bahkan dapat menyebar melalui udara. Penderita yang terkena Hantavirus biasanya akan mengalami gejala layaknya flu selama lebih dari 10 hari.
Jika tidak mendapatkan penanganan medis, maka tekanan darah bisa saja menurun drastis. Risiko kematian juga akan mengintai karena Hantavirus dapat masuk ke dalam paru-paru dan membuat penderita sulit bernafas. Menurut sebuah studi, tingkat kematian yang disebabkan oleh Hantavirus bahkan mencapai 30 persen.
Daging tikus mengandung banyak racun dan penyakit yang berbahaya jika dikonsumsi oleh manusia. Racun-racun yang terkandung dalam daging tikus dapat merusak kinerja limpa dalam tubuh. Padahal, limpa berfungsi untuk menyaring sel darah merah yang rusak dan melindungi tubuh dari infeksi. Akibatnya, pembengkakan limpa pun terjadi pada orang-orang yang gemar memakan daging tikus.
Tak hanya itu, mengonsumsi makanan yang tidak sengaja terkontaminasi dengan urine tikus juga memicu pembengkakan yang terjadi pada limpa.
Itulah 5 bahaya jika memakan daging tikus yang perlu Anda waspadai.
Editor: Komaruddin Bagja