Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 8 Fakta Eton College, Sekolah Elite Pilihan Pangeran George yang Biayanya Rp1,4 Miliar!
Advertisement . Scroll to see content

40 Negara Larang Masuk Pengunjung dari Inggris akibat Wabah Covid Varian Baru

Selasa, 22 Desember 2020 - 09:19:00 WIB
40 Negara Larang Masuk Pengunjung dari Inggris akibat Wabah Covid Varian Baru
Papan pengumunan terminal kereta api cepat Eurostar di Stasiun Pancras International menunjukkan jadwal perjalanan yang dibatalkan, Senin (21/12/2020), menyusul larangan masuk pengunjung dari Inggris. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

ABU DHABI, iNews.id – Sedikitnya 40 negara telah melarang masuk pengunjung yang datang dari Inggris. Larangan itu diberlakukan pemerintah setempat karena kekhawatiran mereka akan penyebaran virus corona (Covid) varian baru di Inggris.

Sebelumnya, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengungkapkan, indikasi awal menunjukkan bahwa varian Covid-19 tersebut 70 persen lebih menular daripada varian lainnya.

Sementara, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, ada tanda-tanda awal bahwa varian tersebut mungkin dapat menyebar lebih mudah di antara orang-orang. “Menurut informasi awal, varian tersebut juga dapat memengaruhi kinerja beberapa tes diagnostik (penyakit),” ungkap badan PBB itu, dikutip Alarabiyah, Senin (21/12/2020).

Kantor Luar Negeri, Persemakmuran, dan Pembangunan Inggris (FCDO) mengumumkan, ada lebih dari 40 negara telah melarang kedatangan pengunjung dari Inggris berhubung dengan temuan varian Covid yang lebih menular tersebut. Di antaranya adalah Austria, Belgia, Bulgaria, Kanada, Kolombia, Kroasia, Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Prancis, Jerman, Hong Kong, dan Hongaria.

Berikutnya, ada India, Irlandia, Israel, Italia, Yordania, Latvia, Lituania, Luksemburg, Belanda, Norwegia, Polandia , Portugal, Romania, Rusia, Slovakia, Spanyol, Swedia, Swiss, Thailand, Tunisia, dan Turki.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut