3 Negara yang Asetnya Disita karena Tak Mampu Bayar Utang China
JAKARTA, iNews.id -c
China sendiri diketahui sebagai salah satu negara kreditur terbesar di dunia. China juga dianggap sengaja memberikan utang ke negara lain dengan iming-iming nilai pinjaman yang besar.
Namun, di sisi lain Negeri Tirai Bambu itu membuat kontrak yang akan menguntungkan mereka apabila negara yang berhutang tidak bisa melunasinya tepat waktu.
Hal ini pun membuat China menerima banyak kritik lantaran praktik pinjamannya ke negara lain yang justru membuat negara-negara tersebut kesusahan membayar utangnya.
Sri Lanka Paparkan Rencana Restrukturisasi Utang kepada Kreditur Internasional Pekan Ini
Berikut iNews.id telah merangkum tiga negara yang asetnya karena tak mampu bayar utang China.
Negara di Asia Tengah ini menjadi negara yang cukup bergantung dengan utang China untuk melakukan pembangunan. Misalnya adalah saat proyek pembangunan gedung parlemen baru, Tajikistan mendapat kucuran dana dari China sekitar 120 juta dollar AS dari total estimasi pembangunan yang mencapai 250 juta dollar AS.
Mantan Presiden Sri Lanka Rajapaksa Akhirnya Pulang, Disambut Pesta dan Karangan Bunga
Beban utang ini kemudian dibayar menggunakan aset atau barang oleh Tajikistan. Kemudian pada tahun 2016, perusahaan China TBEA mengerjakan proyek pembangkit listrik 400 megawatt di Dushane. Dalam proyek senilai 349 juta dolar AS itu, pemerintah Tajikistan hanya menyumbang sekitar 17,4 juta dollar AS saja dan sisanya dibayar TBEA.
Demi melunasi utang tersebut, negara terkecil di Asia Tengah itu memberikan konsesi kepada TBEA untuk mengembangkan tambang emas di Kumarg dan Duoba Timur.
IMF Sepakat Beri Pinjaman Rp43 Triliun untuk Sri Lanka
Selain itu, Tajikistan juga pernah menyerahkan sekitar 1.200 kilometer persegi tanah atau setara dengan 1 persen wilayahnya kepada China. Hal ini dilakukan karena mereka belum bisa sepenuhnya membayar utang ke China.
Selain Tajikistan, China juga diketahui menjadi pemberi pinjaman terbesar kepada Sri Lanka. Total pinjaman yang dimiliki Sri Lanka mencapai 8 miliar dolar AS atau setara dengan Rp118,4 triliun.
Duh! Habitat Gajah di Asia Menyusut 67.000 Km Persegi, Lebih Luas dari Negara Sri Lanka
Jumlah ini sama dengan seperenam dari total utang luar negeri Sri Lanka sebesar USD 45 miliar pada April 2022. Sri Lanka sendiri kerap melakukan pinjaman terhadap China untuk membangun infrastruktur di negara yang tengah mengalami krisis ekonomi tersebut.
Sayangnya, proyek-proyek tersebut justru dianggap tidak terlalu memberi manfaat bagi masyarakat. Demi membayar utangnya, pada 2017 lalu Sri Lanka harus rela melepaskan dua infrastrukturnya berupa bandara dan pelabuhan ke tangan China.