3 Fakta Pembunuhan Muslim di Prancis, Sadis Ditikam Puluhan Kali Saat Salat di Masjid
Olivier merupakan pria kelahiran Prancis pada 2004 dan tercatat tidak memiliki catatan kriminal sebelumnya.
Meski demikian, serangannya menunjukkan kebencian mendalam terhadap Islam. Hal ini terlihat dari aksinya merekam kejadian menggunakan ponsel sembari menghujat agama Islam.
Setelah melakukan pembunuhan brutal pada 25 April 2025 di Masjid Hatice, La Grand-Combe, Olivier melarikan diri dan menjadi buronan. Namun, dua hari kemudian, ia menyerahkan diri kepada pihak berwenang di Pistoia, Italia.
Kementerian Dalam Negeri Prancis mengonfirmasi bahwa Olivier menyerahkan diri pada Minggu malam waktu setempat dan saat ini dalam proses ekstradisi ke Prancis.
Meski motif pastinya masih diselidiki, ada dugaan kuat bahwa pelaku memiliki kaitan dengan kelompok supremasi kulit putih.