2 Prajurit TNI Ditembak Pasukan Israel, UNIFIL Tegaskan Tak Akan Angkat Kaki
"Kami berada di sana karena Dewan Keamanan (PBB) telah meminta kami. Jadi kami akan tinggal sampai situasi menjadi tidak memungkinkan bagi kami untuk beroperasi," ujarnya.
Menurut Tenenti, serangan terhadap menara pengawas, kamera, peralatan komunikasi, serta lampu telah membatasi pemantauan para personel UNIFIL. Para pejabat PBB khawatir serangan Israel bisa membuat pemantauan terhadap pelanggaran hukum internasional di zona tersebut menjadi mustahil.
Peran UNIFIL, sesuai mandat yang diberikan Dewan Keamanan PBB, membantu tentara Lebanon menjaga wilayah selatan negara tersebut, termasuk dari kemungkinan serangan Israel.
Israel mengakui pasukannya menembaki markas pasukan UNIFIL untuk memaksa mereka pindah ke lokasi lain berjarak 5 km.
Editor: Anton Suhartono