2 Kubu Klaim Kuasai Parlemen, Posisi PM Malaysia Diperebutkan Anwar Ibrahim dan Muhyiddin
Pemimpin koalisi Perikatan Nasional Muhyiddin Yassin percaya diri akan memperoleh dukungan dari partai lain untuk membentuk pemerintahan.
Dia mengatakan koalisi akan membentuk pemerintahan dengan partai mana pun yang siap menerima prinsip-prinsip kelompok tersebut. Namun, dia menegaskan tak akan bergabung dengan Pakatan Harapan. Para pemimpin koalisi, kata dia, telah sepakat untuk membentuk pemerintahan yang kemungkinan akan dimumumkan pada Rabu mendatang.
“Kami berterima kasih kepada para pemilih yang telah memberikan dukungan penuh kepada Perikatan secara nasional, terutama para pemilih muda. Kami juga berterima kasih kepada mesin-mesin yang telah bekerja keras untuk kemenangan yang di luar dugaan ini. Perikatan memiliki cukup kursi untuk membentuk pemerintahan federal. Kami menolak Pakatan Harapan,” ujar Muhyiddin, Minggu (20/11/2022), dikutip dari The Star.
Beberapa menit setelah itu giliran pemimpin koalisi Pakatan Harapan, Anwar Ibrahim, yang menggelar konferensi pers. Dia mengklaim telah berbicara dan bernegosiasi dengan dengan partai lain. Hasilnya Pakatan Harapan berhasil mengamankan kursi yang dibutuhkan untuk membentuk pemerintahan.
Meski demikian Anwar enggan menjelaskan dari mana dukungan tambahan itu didapat. Dia akan menyebutkannya setelah bertemu dengan Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Sultan Abdullah.
“Kami sudah mendapat angka untuk membentuk mayoritas,” katanya.
Editor: Anton Suhartono