Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Duh, 3 Remaja Saudara Kandung Bunuh Diri gegara Dilarang Main Game dan Nonton Drama Korea
Advertisement . Scroll to see content

18 Anak Uzbekistan Meninggal Usai Minum Obat Flu Cair dari India

Kamis, 29 Desember 2022 - 07:52:00 WIB
18 Anak Uzbekistan Meninggal Usai Minum Obat Flu Cair dari India
Sedikitnya 18 anak di Uzbekistan meninggal setelah mengonsumsi sirup obat yang diproduksi oleh produsen obat India Marion Biotech Pvt Ltd.(Foto: Ilustrasi/Ist. )
Advertisement . Scroll to see content

TASHKENT, iNews.id - Sedikitnya 18 anak di Uzbekistan meninggal setelah mengonsumsi sirup obat yang diproduksi oleh produsen obat India Marion Biotech Pvt Ltd. Sirup tersebut diberikan di rumah tanpa resep dokter dengan dosis yang melebihi standar untuk anak-anak.

Hal itu disampaikan Kementerian Kesehatan Uzbekistan pada rilisnya, Selasa (27/12/2022). Kementerian mengatakan 18 dari 21 anak yang mengonsumsi sirup Doc-1 Max saat menderita penyakit pernapasan akut meninggal setelah mengonsumsinya. 

Obat cair itu dipasarkan di situs web perusahaan sebagai obat untuk gejala pilek dan flu. Satu batch sirup mengandung etilen glikol, yang menurut kementerian merupakan zat beracun.

"Sirup tersebut diimpor ke Uzbekistan oleh Quramax Medical LLC," kata kementerian.

Tidak segera jelas apakah semua atau salah satu dari anak-anak tersebut telah mengonsumsi obat yang dicurigai atau telah mengkonsumsi lebih dari dosis standar, atau keduanya.

Kementerian Kesehatan Uzbekistan telah memecat tujuh karyawan karena kelalaian karena tidak menganalisis kematian secara tepat waktu dan tidak mengambil tindakan yang diperlukan. Kementerian juga menarik tablet dan sirup Doc-1 Max dari semua apotek.

Marion Biotech, Quramax Medical dan kementerian kesehatan India tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters. Namun sumber pemerintah India mengatakan kementerian kesehatan sedang menyelidiki masalah ini.

Pada Selasa, India meluncurkan inspeksi beberapa pabrik obat di seluruh negeri untuk memastikan standar kualitas tinggi.

Insiden Uzbek mengikuti insiden serupa di Gambia, di mana kematian sedikitnya 70 anak disebabkan oleh sirup obat batuk dan flu yang dibuat oleh Maiden Pharmaceuticals Ltd yang berbasis di New Delhi. Baik pemerintah India maupun perusahaan telah menyangkal bahwa obat-obatan itu salah.

India dikenal sebagai apotek dunia. Ekspor obat-obatannya meningkat lebih dari dua kali lipat selama dekade terakhir menjadi 24,5 miliar dolar AS pada tahun fiskal lalu.

Editor: Umaya Khusniah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut