Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Arab Saudi Kutuk Keras Iran Blokade Selat Hormuz, Ancam Ekonomi Global
Advertisement . Scroll to see content

15 Tuntutan AS vs Iran Terungkap: Syarat Damai Bertolak Belakang, Mungkinkah Deal atau Buntu?

Kamis, 26 Maret 2026 - 19:00:00 WIB
15 Tuntutan AS vs Iran Terungkap: Syarat Damai Bertolak Belakang, Mungkinkah Deal atau Buntu?
Presiden AS Donald Trump telah mengajukan rencana damai 15 poin untuk mengakhiri perang, sedangkan Iran juga punya tuntutan yang tidak kalah keras.  (Ilusrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

Beberapa hari setelah serangan dimulai, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengumumkan penutupan Selat Hormuz untuk pelayaran. Sejak itu, mereka mulai mengizinkan sejumlah kecil kapal yang disetujui untuk melintas, terutama berbendera India, Pakistan, dan China.  Situasi ini, ditambah serangan Iran terhadap aset militer AS dan infrastruktur energi di kawasan Teluk, mengakibatkan harga minyak melonjak di atas 100 dolar AS per barel, dibandingkan harga sebelum perang untuk minyak mentah Brent sekitar 65 dolar AS.

Setelah laporan mengenai rencana gencatan senjata 15 poin dari pemerintahan Trump muncul pada Rabu lalu, harga saham global sedikit naik sementara harga minyak turun tipis. Namun, para pengamat menilai masih belum jelas apakah pembicaraan benar-benar terjadi. Kalaupun memang terjadi, kedua pihak belum tentu mencapai kesepakatan karena tuntutan mereka masih sangat berjauhan.

Apa Isi 15 Poin Rencana Damai AS kepada Iran?

AS mengirimkan rencana damai 15 poin kepada Iran melalui Pakistan. Inti dari rencana ini adalah gencatan senjata selama satu bulan, sebagai jeda untuk membuka ruang negosiasi lebih lanjut mengenai akhir perang.

Namun, di balik tawaran damai itu, terdapat sejumlah tuntutan yang sangat rinci dan menyasar hampir seluruh aspek kekuatan strategis Iran.

Dilansir dari Al Jazeera, Kamis (26/3/2026), beberapa poin utama dari 15 butir rencana perdamaian yang digagas Trump, di antaranya:

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut