Sementara, dua pengunjuk rasa lainnya tewas di Kota Bago yang berada dekat dengan Yangon, kata Myanmar Now.
Junta Militer Myanmar Buru Puluhan Pesohor yang Tolak Kudeta
Warga Yangon mengatakan, setidaknya tujuh ledakan kecil terdengar di kota itu, termasuk di gedung-gedung pemerintah, rumah sakit militer, dan pusat perbelanjaan. Tidak ada korban jiwa dan juga tidak ada pihak yang mengklaim tanggung jawab atas ledakan itu.
Kedutaan Besar Amerika Serikat di Yangon menyatakan telah menerima laporan tentang “bom suara” rakitan tangan, atau “kembang api” yang dimaksudkan untuk menimbulkan kebisingan dan menyebabkan kerusakan minimal.
Krisis Kemanusiaan di Myanmar, Petugas Palang Merah Ditangkap, Diintimidasi, dan Dianiaya
Sementara, kebakaran terjadi di pabrik garmen JOC milik China di Yangon, juga pada hari ini. Departemen Pemadam Kebakaran Yangon melaporkan, tidak ada korban jiwa dan tidak ada informasi perincian tengan kerusakan akibat kebakaran itu.
Di tempat lainnya di Yangon, para pengunjuk rasa membakar bendera China. Sejumlah gambar aksi tersebut diunggah di laman Facebook.
Oleh para penentang kudeta, China dianggap mendukung junta militer. Bulan lalu, 32 pabrik yang diinvestasikan China di Yangon juga jadi sasaran pembakaran oleh massa.
Seorang juru bicara junta militer yang dihubungi Reuters tidak dapat dimintai komentar.
Editor: Ahmad Islamy Jamil