Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Breaking News: Israel dan Hizbullah Sepakati Gencatan Senjata
Advertisement . Scroll to see content

10.000 Lebih Jenazah Warga Gaza Masih Terkubur di Reruntuhan, Terancam Tak Bisa Diidentifikasi

Senin, 15 Juni 2026 - 06:47:00 WIB
10.000 Lebih Jenazah Warga Gaza Masih Terkubur di Reruntuhan, Terancam Tak Bisa Diidentifikasi
Komite Palang Merah Internasional (ICRC) memperingatkan, ribuan warga Gaza yang terkubur di bawah reruntuhan bangunan mungkin tidak akan pernah teridentifikasi (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

GAZA, iNews.id - Komite Palang Merah Internasional (ICRC) memperingatkan, ribuan warga Gaza yang diyakini terkubur di bawah reruntuhan bangunan yang hancur akibat serangan Israel selama perang sejak 7 Oktober 2023 mungkin tidak akan pernah teridentifikasi. Upaya pencarian korban menghadapi hambatan besar, terlebih Israel masih memblokade wilayah kantong tersebut.

Tim penyelamat mengandalkan alat-alat dasar, termasuk sekop, gerobak, cangkul, dan alat penggaruk, serta tangan kosong untuk mencari jenazah yang berada di bawah jutaan ton puing-puing. Permintaan berulang kepada Israel untuk mengizinkan masuknya ekskavator dan alat berat lainnya tidak mendapat persetujuan.

Laporan ICRC mengungkap, operasi pencarian berjalan sangat lambat meski di bawah gencatan senjata yang berlaku sejak Oktober 2025. Berjalannya waktu meningkatkan kemungkinan jenazah membusuk atau rusak sehingga sulit diidentifikasi.

"Tidak diragukan lagi bahwa jenazah-jenazah ini akan segera sulit diidentifikasi," kata Pat Griffiths, juru bicara ICRC di Yerusalem, seperti dikutip dari The Guardian.. 

"Semakin lama jenazah terbaring di bawah reruntuhan, semakin besar kemungkinan mereka berada dalam tahap pembusukan lanjut, bahkan menjadi kerangka, ketika akhirnya ditemukan," ujarnya, lagi.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut