BEIRUT, iNews.id – Serangan drone terhadap akademi militer di Suriah, Kamis (5/10/2023), memakan korban. Sedikitnya 100 orang tewas dalam peristiwa berdarah itu.
Informasi itu terungkap lewat laporan organisasi pemantau perang dan seorang pejabat setempat. Menurut mereka, pesawat tak berawak yang telah dipersenjatai mengebom akademi militer itu, beberapa menit setelah menteri pertahanan Suriah meninggalkan upacara wisuda di sana.
Rusia Ancam Armenia: Tak Lagi Dipasok Minyak Murah Jika Nekat Gabung Uni Eropa!
Reuters melansir, tragedi ini menjadi salah satu serangan paling berdarah yang pernah terjadi terhadap instalasi militer Suriah. Peristiwa tersebut juga tercatat sebagai penggunaan drone bersenjata yang belum pernah terjadi sebelumnya di negeri yang telah dilanda perang saudara selama 12 tahun itu.
Kementerian Pertahanan Suriah menyatakan, korban tewas tidak hanya berasal dari kalangan militer, tetapi juga warga sipil. Serangan itu menyasar akademi militer di Provinsi Homs, yang berada di bagian tengah Suriah.
Bertemu Xi Jinping, Presiden Bashar Al Assad Ditawari Bantuan Bangun Lagi Suriah
Kementerian itu pun menyebut serangan drone itu dilakukan oleh kelompok “teroris”. Kendati demikian, pernyataan itu tidak menyebutkan secara spesifik organisasi apa dan tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut sampai sejauh ini.