1 Tahun Perang Gaza, Israel Makin Terpuruk secara Militer, Politik dan Ekonomi
Maskapai penerbangan besar juga menolak untuk mendarat di kota pelabuhan Eliat.
Penutupan pelabuhan Eilat juga menjadi pukulan ekonomi telak. Penjualan mobil, industri besar di Israel, telah terhenti karena kurangnya impor.
Mantan negosiator Israel Gershon Baskin juga yakin, pemerintahan Netanyahu sedang menghancurkan ekonomi.
“Banyak anak muda Israel mengatakan, ‘Untuk apa saya tinggal di sini? Bagaimana masa depan saya di negara ini dengan kepemimpinan sekarang?’ Netanyahu sedang menghancurkan negara ini dan dia harus pergi,” kata Baskin.
Levy dan Peled sepakat, perang di Gaza tidak diragukan lagi telah mengubah citra global Israel. Israel meobilisasi sejumlah besar pasukan ke Palestina yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Peled menilai, posisi Israel di kancah global ambruk dan terus memburuk.
“Sebenarnya tidak ada keraguan tentang itu. Setiap pembicaraan tentang normalisasi dengan negara-negara Arab, tidak mungkin dilakukan. Wajah Zionisme yang sebenarnya kini terpampang disaksikan orang-orang yang belum pernah melihatnya,” ujar Peled.
Pembantaian massal warga sipil di Gaza disiarkan langsung di media sosial, mengungkap kebrutalan konflik.
Sementara itu Levy menyoroti putusan badan-badan internasional, seperti Mahkamah Internasional, kebangkitan Palestina sebagai isu utama dalam Gerakan Non-Blok di PBB, serta maraknya aksi boikot sebagai tanda bahwa Israel kini berada dalam realitas baru.
Editor: Anton Suhartono