MasyaAllah, Jemaah Haji Berusia 103 Tahun Wujudkan Mimpi Sujud di Nabawi
MADINAH, iNews.id - Penantian panjang seorang petani berusia 103 tahun, Mardijiyono Karto Sentono asal Bantul, untuk beribadah haji akhirnya terbayar setibanya di Madinah pada Minggu (3/5/2026). Sebagai jemaah tertua Indonesia tahun ini, kedatangannya sukses memantik rasa haru dan semangat spiritual di kalangan petugas Tanah Suci.
Keterbatasan fisik akibat usia yang telah melampaui satu abad tak menyurutkan tekad baja kakek asal Embarkasi Yogyakarta ini. Para petugas dengan sigap memberikan perlakuan istimewa, termasuk menggendongnya turun dari kendaraan hingga mendampinginya masuk ke Makareem Suite Hotel.
Harapan terbesar Mbah Mardijiyono sejak berangkat dari kampung halaman sangatlah lurus, yakni hanya ingin bersujud di dalam area Masjid Nabawi dan Masjidil Haram. Niat suci dan semangat menyala inilah yang terus menjaga staminanya hingga berhasil melewati penerbangan panjang lintas benua.
Kisah keteguhan Mbah Mardijiyono langsung memantik perhatian khusus dari Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah, Khalilurrahman. Saat menengoknya secara langsung, ia menegaskan kepada jajarannya bahwa momentum merawat jemaah sepuh adalah jalan menuju keberkahan.
Kisah Penjual Kerupuk Keliling Berangkat Haji, Nabung Rp10 Ribu per Hari
"Kita ini mendapatkan amanah dari Allah untuk merawat beliau, ini merupakan kemuliaan bagi kita bisa bertemu dengan orang yang usianya sudah satu abad," ungkap Khalilurrahman penuh haru.
Sang Kadaker memandang bahwa melayani jemaah lanjut usia bukanlah sebuah beban kerja operasional, melainkan ladang pahala tak ternilai. Ia meyakini dengan teguh bahwa doa-doa yang dipanjatkan dari lisan jemaah sepuh yang ikhlas merupakan doa yang sangat mustajab.
Kemenhaj: 74.652 Jemaah Haji Sudah Diberangkatkan ke Tanah Suci
Demi menjaga kondisi fisik Mbah Mardijiyono hingga puncak haji tiba, instruksi pengawalan melekat telah diturunkan kepada seluruh tim kloter. Pemantauan ketat wajib diberlakukan secara harian yang mencakup asupan gizi, durasi tidur, hingga pendampingan mobilitas khusus ibadah wajib.
"Kalau seandainya kita berhasil menghantarkan beliau mendapatkan haji yang mabrur, insyaAllah kita semuanya akan mendapatkan haji yang mabrur yang balasannya surga," tegasnya memotivasi para petugas.
Kehadiran jemaah berusia satu abad ini menjadi teguran spiritual bahwa panggilan Sang Pencipta pasti akan datang kepada siapa saja yang merawat niatnya. Pemerintah menegaskan pengawalan ekstra bagi seluruh lansia tanpa terkecuali akan terus dikawal ketat hingga mereka kembali ke pangkuan keluarga di Tanah Air.
Editor: Puti Aini Yasmin