Kisah Aysylla, Jemaah Haji 15 Tahun yang Jalani Ujian Kelulusan dari Madinah
Di tengah sisa waktu yang sempit itu, Aysylla harus menyelesaikan 12 mata pelajaran selama lima hari berturut-turut. Hebatnya, seluruh proses evaluasi akademik tersebut berhasil dieksekusi dengan mulus hanya dengan menggenggam sebuah telepon pintar.
Sesak Napas, Jemaah Haji asal Mamuju Meninggal jelang Berangkat di Embarkasi Makassar
"Alhamdulillah lancar semua," ujar Aysylla saat ditemui Tim Media Center Haji (MCH) di hotelnya.
Selain beban akademik yang telah gugur, Aysyllaberhasil mendapatkan kesempatan berdoa di Raudhah Masjid Nabawi. Bekal spiritual dari Madinah itu ia bawa menuju Makkah untuk merampungkan umrah wajibnya pada 4 Mei lalu.
Menyadari beratnya medan puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina nanti, rombongan Aysylla kini sepakat menahan diri untuk tidak bolak-balik ke Masjidil Haram. Mereka memilih menghemat tenaga menjelang puncak haji.
Telah mencicipi ibadah umrah pada 2023, Aysylla mengakui bahwa atmosfer penyelenggaraan haji memiliki tekanan dan pesona magis yang jauh berbeda.
"Vibes-nya itu berbeda gitu sama umrah, terus juga perjalanan ke masjidnya itu juga beda, hotelnya juga beda," urainya penuh antusias.
Sebagai Generasi Z yang langsung menyaksikan beratnya peribadatan fisik di Tanah Haram, Aysylla sangat merekomendasikan pendaftaran haji sedini mungkin.
Editor: Puti Aini Yasmin