Kemenhaj: 74.652 Jemaah Haji Sudah Diberangkatkan ke Tanah Suci
Maria juga menegaskan bahwa pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap kelompok rentan, termasuk lansia, disabilitas, dan perempuan.
Arab Saudi Tegaskan Tak Ada Haji Tanpa Izin, Kemenhaj RI: Jemaah Harus Lewat Jalur Resmi!
“Kami menghadirkan berbagai kemudahan layanan, termasuk Bus Sholawat yang beroperasi 24 jam dengan armada ramah lansia dan disabilitas. Ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam mewujudkan layanan haji yang inklusif dan berkeadilan,” tuturnya.
Untuk mendukung kelancaran ibadah di Makkah, pemerintah menyediakan layanan transportasi Bus Sholawat yang beroperasi selama 24 jam penuh. Layanan ini menghubungkan jemaah Indonesia dari dan menuju Masjidil Haram melalui tiga titik utama, yakni Terminal Jiad (Ajyad), Jabal Ka’bah, dan Syib Amir.
Sebanyak 452 armada disiapkan untuk melayani jemaah secara non-stop, termasuk 52 unit bus hidrolik yang ramah bagi lansia dan penyandang disabilitas. Bus Sholawat melayani 21 rute yang dibedakan berdasarkan kode warna dan nomor, serta didukung dengan kartu panduan rute yang wajib dibawa oleh setiap jemaah.
Petugas haji juga disiagakan untuk memberikan pendampingan kapan pun jemaah mengalami kendala di lapangan. Layanan ini telah beroperasi sejak kedatangan pertama jemaah di Makkah pada 30 April 2026 dan akan berlangsung hingga masa pemulangan ke Tanah Air.
Di tengah kondisi cuaca di Makkah yang diperkirakan mencapai 43 derajat Celsius, Maria mengimbau jemaah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kesehatan.
“Kami mengimbau seluruh jemaah untuk mengatur waktu ibadah dengan baik, memperbanyak minum air putih, menggunakan pelindung diri, serta menghindari aktivitas berat di siang hari. Jika mengalami gangguan kesehatan, segera lapor kepada petugas,” tuturnya.
Editor: Aditya Pratama