DPR Soroti Kepadatan di Mina, Usul Tenda Bertingkat untuk Jemaah Haji
Marwan menegaskan, perlu langkah baru dan terobosan kebijakan untuk mengatasi persoalan Mina yang terus berulang setiap musim haji.
Apabila perluasan area Mina tidak memungkinkan karena keterbatasan lahan yang tersedia, dia menilai, perlu mulai mengkaji alternatif lain, termasuk pembangunan tenda bertingkat maupun penataan ulang pola penempatan jemaah.
"Kita harus mulai memikirkan formula baru. Jika area Mina memang tidak bisa diperluas, maka perlu dipertimbangkan berbagai opsi seperti tenda bertingkat atau skema lain yang memungkinkan ruang bagi jemaah menjadi lebih longgar dan manusiawi," kata Marwan.
Selain itu, dia juga mengusulkan sebagian jemaah Indonesia yang hotelnya berada dalam jarak memungkinkan dapat menjalani skema tanazul, sehingga beban kepadatan di Mina dapat berkurang secara signifikan. Tanazul adalah skema yang memungkinkan jemaah haji tidak menginap (mabit) di tenda Mina, melainkan kembali ke hotel atau akomodasi yang telah ditentukan.
"Dari sekitar 201.000 jemaah Indonesia, mungkin ada sekitar 60.000 jemaah yang dapat dipertimbangkan untuk mabit di hotel dengan pengaturan yang baik dan tetap sesuai ketentuan yang berlaku. Jika ini dapat diwujudkan, ruang di Mina akan jauh lebih longgar bagi jemaah yang tetap berada di tenda," jelasnya.