Arab Saudi Perketat Pengamanan, Jemaah Haji Indonesia Wajib Kalungkan Kartu Nusuk
MAKKAH, iNews.id - Pemerintah Arab Saudi memberlakukan pengetatan keamanan secara masif sejak dimulainya fase kedatangan jemaah haji 2026. Petugas keamanan setempat terpantau rutin memeriksa identitas yang meliputi paspor, visa, dan Kartu Nusuk di berbagai kawasan publik di Madinah dan Makkah.
Langkah ini diambil Saudi untuk memastikan seluruh jemaah yang beraktivitas adalah jemaah yang prosedural.
Mengantisipasi kebijakan pengetatan tersebut, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menginstruksikan jemaah Indonesia untuk disiplin dengan kelengkapan dokumen. Setiap jemaah diwajibkan selalu mengalungkan Kartu Nusuk selama beraktivitas di luar area penginapan.
Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah, Ihsan Faisal, menjelaskan regulasi Saudi menetapkan Kartu Nusuk sebagai identitas yang paling krusial.
Sedih! 3 Calon Haji Sleman Gagal ke Tanah Suci, Terkendala Sakit hingga Demensia
"Imbauan kita tentu Kartu Nusuk yang dimiliki oleh seluruh jemaah harus dibawa ke mana-mana, terutama beraktivitas di luar hotel. Karena itu akan menjadi syarat akses utama," ujar Ihsan.