MOSKOW, iNews.id - Gempa berkekuatan magnitudo 8,7 mengguncang wilayah Kamchatka, Rusia, pada Selasa pagi (30/7/2025). Gempa ini disebut sebagai yang terbesar dalam satu dekade terakhir dan memicu peringatan tsunami di sejumlah negara, termasuk Jepang, Amerika Serikat, dan Indonesia.
Pusat gempa berada sekitar 125 kilometer dari kota Petropavlovsk-Kamchatsky, wilayah yang dihuni sekitar 165 ribu penduduk. Guncangan hebat ini menyebabkan kerusakan parah di Kamchatka dan sekitarnya. Di kota Severo-Kurilsk, Pulau Paramushir, gelombang tsunami setinggi 4 meter menghantam kawasan pesisir, memaksa penduduk segera dievakuasi ke wilayah berbukit.
Jumlah Korban Gempa Rusia Mengejutkan, Tak Ada yang Tewas Satu Pun Meski Diguncang Magnitudo 8,7
Meski wilayah tersebut tidak padat penduduk, pemerintah Rusia bertindak cepat dengan mengeluarkan peringatan tsunami dan melakukan evakuasi. Andreas Wahyu Wicaksono, perwakilan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Rusia, menyebut bahwa meski dirinya berada di Vladivostok—sekitar 1.250 km dari pusat gempa—banyak warga Indonesia di sana mendapat kekhawatiran dari keluarga di Tanah Air.
"Kami di Vladivostok aman, tetapi karena lokasi kami lebih dekat ke Kamchatka dibanding kota-kota besar Rusia lain, banyak keluarga yang khawatir," ujar Andreas.
Cerita Warga Talaud Panik Dengar Sirine Tsunami Meraung-Raung Dampak Gempa Rusia
Sementara itu, Jepang juga turut mengeluarkan peringatan tsunami. Badan Meteorologi Jepang memperkirakan gelombang setinggi 3 meter akan menghantam wilayah pesisir dari Hokkaido hingga Wakayama antara pukul 10.00 hingga 11.30 waktu setempat. Pemerintah Jepang telah memerintahkan evakuasi di beberapa wilayah berisiko.