Kondisi ini membuat pedagang kesulitan menjaga stabilitas harga jual. Jika harga terlalu tinggi, pembeli berkurang, namun jika diturunkan, pedagang terancam merugi.
Di sisi lain, masyarakat mengaku terpaksa menyesuaikan pola belanja. Kenaikan harga kebutuhan pokok membuat pengeluaran rumah tangga membengkak di tengah meningkatnya kebutuhan selama Ramadan.
Lilis, seorang ibu rumah tangga di Bandung, mengaku tidak punya banyak pilihan selain mengurangi jumlah belanja. Menurut dia, kebutuhan dapur tetap harus terpenuhi meski harga terus merangkak naik. "Karena kebutuhan pokok yang tidak bisa ditinggalkan, apa boleh buat dengan cara dikurangi jumlah belanjaannya," ujar Lilis.
Fenomena serupa juga terjadi di Medan, Sumatera Utara. Harga sejumlah komoditas mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa hari terakhir.
Harga tomat yang sebelumnya Rp10.000 per kilogram kini naik menjadi Rp20.000 per kilogram. Kenaikan dua kali lipat ini cukup mengejutkan pembeli.