Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Read Next : AHY Komitmen Atasi Kesenjangan Pembangunan Infrastruktur Indonesia Timur
Advertisement . Scroll to see content
">
Advertisement . Scroll to see content

SEMARANG, iNews.id - Eksekusi pembebasan lahan untuk jalan Tol Batang-Semarang di wilayah Kendal, Jawa Tengah berlangsung ricuh. Warga yang juga pemilik rumah berteriak histeris melihat tempat tinggalnya diratakan.

Salah seorang wanita terus meronta saat sejumlah polisi berusaha membujuk dan memaksanya meninggalkan rumah yang telah dihuninya sejak puluhan tahun. Dia bersikukuh untuk bertahan dan menghadang eskafator yang akan meratakan rumah.

Apalagi nilai ganti rugi yang diberikan dianggap tidak sesuai dengan harga rumah, dan kemungkinan tidak cukup untuk membeli rumah baru. Namun karena kalah jumlah dan kekuatan, pemilik rumah ini pun akhirnya pasrah dan hanya bisa menangis saat melihat rumahnya dihancurkan.

Eksekusi 86 bidang tanah yang ada di 10 desa wilayah Kendal ini merupakan satu dari rangkaian pembangunan proyek jalan Tol Batang - Semarang. Meski sempat berlansung ricuh, namun proses eksekusi tetap berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian.

Sementara warga yang terimbas dampak pembangunan bisa mengambil uang ganti rugi di kantor Pengadilan Negeri (PN) Kendal.

Video Editor: Khoirul Anfal

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut