Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Read Next : Diantar Langsung oleh Dedi Mulyadi, Ini Penampakan Sapi Kurban Prabowo untuk Warga Cirebon
Advertisement . Scroll to see content
Advertisement . Scroll to see content

BMKG menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada pukul 18.35 WIB. Dentuman keras disebabkan oleh gelombang kejut yang muncul saat meteor memasuki lapisan atmosfer bumi dengan kecepatan tinggi. Gelombang ini kemudian terekam sebagai suara ledakan atau getaran di permukaan.

Peneliti utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Thomas Djamaluddin, juga memberikan penjelasan. Menurutnya, dentuman tersebut adalah fenomena umum yang disebut Sonic Boom, yaitu gelombang kejut yang terjadi ketika meteor besar menembus atmosfer yang lebih padat.

Saat meteor memasuki atmosfer rendah, terjadi pemanasan ekstrem dan gelombang kejut yang menghasilkan suara ledakan. Fenomena ini dikenal sebagai Sonic Boom. Ia menegaskan bahwa meteor tersebut jatuh di perairan Laut Jawa dan tidak menimbulkan dampak di daratan. Tidak ada laporan mengenai kerusakan fisik maupun korban jiwa.

Meski demikian, peristiwa ini kembali mengingatkan masyarakat akan dinamika langit yang tak terduga. Meteor, yang sering dianggap sebagai “bintang jatuh”, sebenarnya bisa menimbulkan efek besar jika ukurannya cukup besar dan energinya tinggi saat menembus atmosfer.

BMKG memperkirakan meteor yang jatuh di Cirebon berukuran cukup besar, namun tidak sampai menyebabkan kerusakan masif. Fenomena semacam ini tergolong wajar, karena meteor merupakan batuan luar angkasa yang memasuki atmosfer bumi dengan kecepatan tinggi.

Sebagian besar meteor akan hancur sebelum mencapai permukaan tanah, dan hanya menyisakan meteoroid berukuran kecil. Fenomena meteor Cirebon pun tidak hanya menarik perhatian publik, tetapi juga menjadi pengingat akan luas dan misteriusnya alam semesta.

Editor: Komaruddin Bagja

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut