Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Taspen Serahkan Santunan Rp283 Juta bagi Ahli Waris Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
Advertisement . Scroll to see content

Menteri PPPA Minta Maaf soal Usul Gerbong Perempuan Dipindah: Pernyataan Saya Kurang Tepat

Rabu, 29 April 2026 - 23:45:00 WIB
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi meminta maaf usai mengusulkan pemindahan gerbong khusus perempuan KRL ke tengah rangkaian memicu polemik luas. Pernyataan Arifah Fauzi muncul setelah insiden kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam.

Permintaan maaf disampaikan langsung oleh Arifah melalui tayangan video di akun Instagram resmi Kementerian PPPA, Rabu (29/4/2026). 

Dia mengakui pernyataan yang disampaikan sebelumnya tidak tepat dan menimbulkan ketidaknyamanan di tengah masyarakat.

"Terkait pernyataan saya pascainsiden kecelakaan kereta di Bekasi Timur, saya menyadari bahwa pernyataan tersebut kurang tepat. Untuk itu, saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, khususnya kepada para korban dan keluarga korban yang merasa tersakiti atau tidak nyaman atas pernyataan tersebut," ucap Arifah.

Pernyataan tersebut menjadi sorotan karena muncul di tengah suasana duka akibat kecelakaan kereta yang melibatkan banyak penumpang. Usulan tersebut dinilai sebagian pihak tidak sensitif terhadap kondisi korban.

Arifah menegaskan, usulan pemindahan gerbong khusus perempuan tidak dimaksudkan untuk mengabaikan aspek keselamatan penumpang lain. Dia memastikan keselamatan tetap menjadi prioritas utama tanpa membedakan gender.

Dia juga menekankan semua pihak memiliki kepentingan yang sama terkait keselamatan transportasi publik. Tidak ada perlakuan khusus yang merugikan kelompok tertentu dalam kebijakan tersebut.

"Kita semua sepakat bahwa keselamatan seluruh masyarakat adalah prioritas nomor satu, baik perempuan maupun laki-laki," katanya.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut