Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Read Next : Geliat UMKM, Emak-Emak di Muarojambi Produksi Olahan Kunyit dari Sabun hingga Kerupuk
Advertisement . Scroll to see content
Advertisement . Scroll to see content

SIDOARJO, iNews.id - Mustofa (51), seorang peternak sapi di Desa Gagang Kepuhsari, Balongbendo, Sidoarjo, Jatim, awalnya stres karena puluhan sapi miliknya tiba-tiba lemas, tidak mau makan-minum, serta tak mau berdiri. Dari mulut sapi juga keluar busa, seperti keracunan dan badan sapi panas. Sementara kuku sapi juga mengalami luka bernanah hampir lepas. 

Awal wabah ini setelah Mustofa membeli dua ekor sapi dari pasar. Semua sapinya mendadak menderita sakit yang tidak pernah terjadi selama dia menjadi peternak. Berbekal pengalaman, Mustofa pun menggunakan campuran kunyit, telur dan gula merah. Campuran tersebut diblender, kemudian diberikan pada sapi dan kondisi sapi membaik.
 
Sementara untuk kuku sapi yang luka disemprotkannya formalin. Ternyata luka pada bagian kuku dan kaki mengering dan sapi-sapinya kembali bisa berdiri. Peternak berharap Dinas terkait memberikan vaksin agar ternaknya tidak terkena penyakit mematikan. Di Sidoarjo ada sekitar 800 ekor sapi terkonfirmasi penyakit mulut dan kuku.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut