Dalam pidato aslinya, Sri Mulyani membahas tantangan dalam pengelolaan anggaran pendidikan, terutama menyangkut pembiayaan gaji dan tunjangan tenaga pendidik.
Sri Mulyani Kejar Pendapatan Rp3.147,7 Triliun di 2026, Penerimaan Pajak Ditargetkan Naik
"Itu belanjanya dari mulai gaji sampai dengan tunjangan kinerja tadi, banyak medsos saya selalu mengatakan oh menjadi dosen guru itu tidak dihargai karena gajinya tidak besar," ujar Sri Mulyani.
"Ini salah satu tantangan keuangan negara, apakah ini harus semua keuangan negara atau ada partisipasi masyarakat," tambah Menkeu.
Viral Sri Mulyani Sebut Bayar Pajak Sama dengan Zakat
Sri Mulyani juga menekankan pentingnya evaluasi terhadap pemberian tunjangan kinerja bagi dosen. Ia menyarankan agar perguruan tinggi melakukan pengukuran yang lebih objektif, bukan sekadar memberikan tunjangan secara otomatis.
Frasa “tantangan keuangan negara” yang digunakan dalam pidato tersebut memang terbuka untuk berbagai interpretasi. Namun, hal itu tidak serta-merta berarti bahwa guru dianggap sebagai beban oleh pemerintah.
Gaji Rendah Guru dan Dosen Bikin Menjerit, Sri Mulyani: Semua Harus dari Uang Negara?
Video yang telah diedit tersebut disebarkan oleh sejumlah akun media sosial dan memicu reaksi beragam dari warganet. Sebagian besar memberikan komentar negatif, meski ada pula yang mempertanyakan keaslian video tersebut.
Editor: Komaruddin Bagja