JAKARTA, iNews.id - United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) mengadakan upacara penghormatan untuk tiga prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon. Kegiatan tersebut berlangsung di Bandara Internasional Rafik Hariri, Lebanon, pada Kamis (2/4/2026) waktu setempat.
Tiga prajurit yang gugur adalah Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ichwan, dan Praka Farizal Rhomadhon. Mereka menerima medali dari PBB dan LAF secara anumerta sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dalam misi UNIFIL di Lebanon selatan.
Superioritas Udara AS Jatuh, Iran Klaim Tembak Jet Tempur Siluman F-35 Kedua
Kepala Misi sekaligus Komandan Pasukan UNIFIL, Mayor Jenderal Diodato Abagnara, menyampaikan duka mendalam kepada keluarga korban serta jajaran TNI. Dia juga memuji ketiganya sebagai prajurit yang berani dan terhormat.
“Mereka datang ke sini jauh dari rumah, dengan satu tujuan, untuk melayani perdamaian. Mereka melakukannya dengan berani. Mereka melakukannya dengan penuh kehormatan. Mereka melakukannya hingga akhir hayat,” kata Abagnara, dikutip dari situs UNIFIL, Jumat (3/4/2026).
Pemerintah Pastikan Pemulangan Jenazah 3 Prajurit TNI Penjaga Perdamaian yang Gugur di Lebanon
Abagnara turut menyampaikan pesan khusus kepada keluarga para prajurit yang gugur.
"Tidak ada kata-kata yang dapat menghilangkan rasa sakit Anda. Tetapi ketahuilah ini, mereka tidak dilupakan. Mereka akan tetap menjadi bagian dari misi ini, bagian dari kita semua,” ujar dia.
Upacara tersebut juga dihadiri oleh Wakil Koordinator Khusus PBB untuk Lebanon Imran Riza, Brigjen Firas Tarchichi yang mewakili Menteri Pertahanan Nasional Lebanon sekaligus Komandan Angkatan Bersenjata Lebanon, Duta Besar Indonesia untuk Lebanon Dicky Komar, serta perwakilan Kontingen Indonesia UNIFIL.
Sebelumnya, Praka Farizal gugur akibat ledakan proyektil di pos UNIFIL dekat Adchit Al Qusayr pada 29 Maret. Insiden tersebut juga menyebabkan tiga prajurit Indonesia lainnya terluka, termasuk satu orang dalam kondisi kritis.
Sementara itu, Kapten Zulmi dan Sertu Muhammad Nur Ichwan gugur sehari setelahnya ketika kendaraan yang mereka tumpangi terkena bom di dekat Bani Hayyan. Dua prajurit lainnya juga mengalami luka-luka.
Editor: Reza Fajri