JAKARTA, iNews.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengoperasikan 270 perjalanan LRT Jabodebek per hari selama libur panjang akhir pekan pada 14–17 Mei 2026. Penambahan layanan ini dilakukan untuk mendukung mobilitas masyarakat yang memanfaatkan masa libur untuk berwisata maupun bersilaturahmi bersama keluarga dan kerabat di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi.
LRT Jabodebek dinilai menjadi alternatif transportasi publik yang praktis karena terhubung dengan berbagai moda lanjutan seperti KRL Commuter Line, MRT Jakarta, Transjakarta, Kereta Cepat Whoosh, hingga KA Bandara. Selain itu, sejumlah stasiun memiliki akses langsung menuju pusat aktivitas masyarakat, kawasan perbelanjaan, dan destinasi wisata di Jabodetabek. Tarif perjalanan pada akhir pekan dan hari libur nasional juga dibatasi maksimal Rp10.000.
Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan layanan ini diharapkan dapat membantu masyarakat bepergian tanpa harus menghadapi kepadatan lalu lintas. “LRT Jabodebek menjadi salah satu pilihan utama karena terintegrasi dengan berbagai moda lanjutan dengan efisiensi dari segi kepastian waktu dan kepraktisan moda lanjutan,” ujarnya.
Selama periode libur panjang, keberangkatan pertama dari Stasiun Jati Mulya menuju Dukuh Atas dimulai pukul 05.25 WIB, sedangkan dari Harjamukti menuju Dukuh Atas pada pukul 05.35 WIB. Sementara perjalanan terakhir dari Dukuh Atas menuju Harjamukti berlangsung pukul 22.39 WIB dan menuju Jati Mulya pukul 22.31 WIB. Jadwal tersebut disiapkan untuk mengakomodasi kebutuhan perjalanan masyarakat sejak pagi hingga malam hari.
KAI juga menyediakan berbagai fasilitas pendukung kenyamanan pengguna, mulai dari pin prioritas bagi ibu hamil, lansia, penyandang disabilitas, dan pendamping balita, hingga fasilitas pengisian air minum gratis di seluruh stasiun. Pengguna sepeda juga diperbolehkan membawa sepeda lipat maupun non-lipat sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu, perusahaan mengingatkan penumpang untuk tetap mematuhi aturan selama perjalanan. “Keselamatan perjalanan tetap menjadi prioritas utama dalam operasional LRT Jabodebek,” kata Radhitya.
Editor: Yudistiro Pranoto