JAKARTA, iNews.id — Peninjauan Presiden Prabowo Subianto di kawasan bantaran rel sekitar Stasiun Pasar Senen, Kamis (26/3), menjadi langkah awal percepatan penataan kawasan di sekitar jalur kereta api. Dalam kunjungan tersebut, Presiden meminta jajaran perkeretaapian mempercepat pendataan permukiman warga yang berada di bantaran rel sebagai dasar penataan yang lebih terarah.
Instruksi tersebut ditujukan kepada Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk melakukan inventarisasi permukiman warga, dimulai dari kawasan Pasar Senen dan diperluas ke wilayah lain di sepanjang jalur rel yang memiliki kondisi serupa. Selain pendataan, pemerintah juga menekankan pentingnya penyiapan solusi hunian yang terstruktur melalui kolaborasi lintas kementerian, baik untuk kebutuhan jangka pendek maupun jangka panjang.
Menindaklanjuti arahan tersebut, KAI mulai melakukan pengamanan area sekitar rel serta inventarisasi kawasan dan warga. Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan pihaknya mendukung penuh langkah pemerintah melalui koordinasi dengan kementerian terkait. “KAI mendukung instruksi Presiden melalui inventarisasi permukiman warga di sekitar jalur rel dan pengamanan area. Kami berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk solusi jangka pendek, serta dengan kementerian dan pihak lainnya untuk langkah jangka panjang,” ujarnya.
Untuk tahap awal, KAI akan melakukan pengecekan dan kajian lanjutan di kawasan Pasar Senen sebelum memperluas program tersebut ke titik lain di sepanjang jaringan kereta api. Penataan kawasan bantaran rel diharapkan dapat menghadirkan hunian yang lebih layak sekaligus menciptakan lingkungan yang aman dan tertib di sekitar jalur perjalanan kereta.
KAI mencatat perusahaan mengelola lebih dari 327 juta meter persegi lahan perkeretaapian yang berpotensi mendukung pengembangan hunian. Di wilayah Jabodetabek, potensi pengembangan diperkirakan mencapai sekitar 131 ribu unit hunian yang berada di sekitar simpul transportasi.
Menurut Bobby, penataan permukiman di sekitar jalur rel menjadi bagian penting untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api sekaligus membuka peluang peningkatan taraf hidup masyarakat melalui kawasan yang lebih terstruktur dan terhubung dengan pusat ekonomi. Ia menambahkan, KAI menjalankan tiga langkah utama, yakni inventarisasi permukiman, pengamanan area perkeretaapian, serta kolaborasi dengan kementerian dan pihak terkait guna menyiapkan solusi hunian yang layak bagi warga.
Editor: Yudistiro Pranoto