Viral Ibu Muda dengan 7 Anak dan Bersuami Dukun Pijat, Diduga Alami Child Grooming
Anak-anak yang terisolasi dan kekurangan dukungan secara sial, rendah diri, tidak percaya diri, lebih rentan terhadap perhatian orang asing. Anak yang demikian berisiko menjadi korban child grooming.
2. Pelaku mendekati calon korban untuk mendapatkan akses secara menyeluruh dan mulai mengisolasi anak secara fisik dan emosional. Jika sudah begitu, pelaku akan lebih mudah memberikan bantuan, memberi perhatian, bahkan hadiah.
Pada posisi tersebut, pelaku akan merasa memiliki kuasa atas anak tersebut. Dengan begitu, pelaku mendapatkan akses dan kemudahan untuk melakukan pelecehan kepada korban.
3. Di tahapan berikutnya, pelaku akan mengembangkan kepercayaan terhadap korban. Ini tahap paling genting, karena pelaku mulai membangun ikatan emosional, kepercayaan, dan bahkan bekerja sama dengan korban atau keluarga korban untuk memudahkan pelaku melakukan aksinya tanpa dicurigai.
Ketika kepercayaan sudah di genggaman, korban anak akan menaruh perasaan istimewa kepada pelaku, dan ini memungkinkan pelaku mengontrol dan memanipulasi anak agar berpartisipasi dalam pelecehan seksual.