Viral Busana Ini Terinspirasi Hutan Tropis yang Magis, Mejeng di IFW 2025

Dia menambahkan, "Serat dan tampilan 'bulu'-nya menggambarkan organik, akar, bahkan tekstur batang pohon, menguatkan imajinasi visual tentang rimba leluhur. Selain itu, tenun bulu adalah warisan wastra yang belum banyak dieksplorasi dalam konteks modest fashion kontemporer, sehingga koleksi ini sekaligus menjadi bentuk pengangkatan kembali potensi wastra nusantara yang unik dan underrated."
Menariknya lagi, busana berwarna hijau lumut, coklat tanah, krem akar, hitam batu, dan merah saga dengan sentuhan aksen emas matte untuk kesan magis ini menggunakan pewarna alam yang menurut Ilona adalah bentuk sikap desainer, bukan sekadar estetika.
"Kami sadar bahwa secara komersial pewarna alam masih menantang, tetapi justru karena itu penting untuk diangkat. Pewarna alam menyimpan pengetahuan leluhur, lebih ramah lingkungan, dan memberi nuansa warna yang hidup dan jujur," katanya.
"Memang, harganya lebih tinggi karena prosesnya panjang dan handmade, tapi kami ingin mengedukasi pasar bahwa value tidak hanya di harga, melainkan di cerita, proses, dan dampak jangka panjangnya terhadap bumi dan budaya," tambah Ilona.
Terlepas dari makna mendalam di balik koleksi ini, Ilona memberi pesan kepada generasi muda bahwa fashion bukan hanya tentang tren, tapi tentang identitas dan keberlanjutan.
"Kami ingin menginspirasi mereka untuk berani mengeksplorasi tradisi dengan sudut pandang baru, berani memakai busana yang punya makna, dan menjadi konsumen yang sadar bahwa pilihan mereka punya dampak. Tradisi bukan sesuatu yang kuno, tapi hidup selama kita menjaganya dan mengemasnya dengan bahasa zaman," kata Ilona.
Editor: Muhammad Sukardi