Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Vicky Prasetyo Akhirnya Buka Suara usai Dituduh Hamili Perempuan Bernama Fangfang
Advertisement . Scroll to see content

Vicky Prasetyo Sebut Mengumbar Aib Pasangan Ibarat Meniup Debu: Jejak Buruk Tak Bisa Ditarik Kembali

Jumat, 10 Juli 2026 - 08:43:00 WIB
Vicky Prasetyo Sebut Mengumbar Aib Pasangan Ibarat Meniup Debu: Jejak Buruk Tak Bisa Ditarik Kembali
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Vicky mengibaratkan aib pasangan yang disebarkan ke media sosial seperti debu yang ditiup ke udara. (Foto: Instagram Vicky Prasetyo)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Presenter Vicky Prasetyo kembali menjadi sorotan di tengah isu yang menyeret namanya terkait tudingan menghamili seorang wanita di Jawa Tengah. Di tengah ramainya pemberitaan tersebut, Vicky memilih menyampaikan pesan bijak mengenai dampak mengumbar aib pasangan di hadapan publik.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Vicky mengibaratkan aib pasangan yang disebarkan ke media sosial seperti debu yang ditiup ke udara. Menurutnya, jejak yang sudah tersebar tidak akan pernah bisa dikembalikan seperti semula.

"Aib dan keburukan pasangan yang udah lu sebar itu ibarat debu yang lu tiup ke udara. Lu nggak akan pernah bisa mungut debu itu lagi, mengembalikan seperti semula," kata Vicky Prasetyo dikutip dari Instagramnya, Jumat (10/7/2026).

Pria yang dijuluki Sang Gladiator itu menilai banyak pasangan yang terburu-buru membuka keburukan satu sama lain ketika sedang berselisih. Padahal, tidak sedikit hubungan yang akhirnya kembali membaik setelah konflik mereda.

"Besoknya, lu mungkin udah baikan, peluk-pelukan, sayang-sayangan, mesra-mesraan, kembali lagi sama pasangan lu. Tapi di mata orang lain, pasangan lu selamanya adalah sampah," ujarnya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut