Ulah Taqy Malik Berimbas ke Pekerja Indonesia di Arab Saudi: Ada yang Dipenjara
Randy mengaku telah berulang kali mengingatkan Taqy agar lebih berhati-hati dalam menyalurkan wakaf. Dia menyarankan agar distribusi dilakukan bertahap dan tidak mencolok.
"Saya sudah bilangin, 'Bro, hati-hati ya, jangan terang-terangan'. Saya sendiri juga melakukan untuk menyalurkan wakaf tapi saya memang dari jamaah yang saya bawa dan itu jamaah kadang saya ajak belanja juga di tempatnya'," kata Randy.
"Tahun kedua saya sudah bilangin, 'Bro kalau kamu mau wakafkan mushaf, menyalurkan mushaf, dicicil saja 50, 100 antar ke masjid. Jangan langsung ribuan seperti itu," tambahnya.
Randy juga menyinggung kejadian pada 2025 ketika Taqy disebut menjadi incaran aparat karena dugaan membuka donasi online tanpa izin resmi otoritas setempat. Dia menyebut program sedekah makanan yang dijalankan Taqy turut menjadi perhatian.
"Dia buka sedekah makanan juga, yang di mana rata-rata harga sedekah makanan di sana itu kurang lebih sekitar 8 riyal, 10 riyal sampai 15 riyal. Itu kurang lebih secara rupiah mungkin dalam Rp50.000-an lah. Tapi dia membuka itu dengan harga Rp100.000 per boks," ujar Randy.