Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 5 Artis Film Dewasa Hollywood Era 1990-an, Nomor 4 Pernah Menang Piala Oscar
Advertisement . Scroll to see content

Mengenang Ratna Asmara, Sutradara Wanita Pertama di Indonesia

Selasa, 02 November 2021 - 20:57:00 WIB
Mengenang Ratna Asmara, Sutradara Wanita Pertama di Indonesia
Ratna Asmara Sutradara wanita pertama di Indonesia. (Foto: YouTube Mesin Waktu)
Advertisement . Scroll to see content

Sutradara wanita pertama di Indonesia ini, selama Revolusi Nasional yang dimulai dengan kemerdekaan Indonesia sempat membintangi satu film yang berjudul Djauh di Mata pada 1948. 

Setelah bermain peran dalam beberapa film, Ratna mulai terjun menjadi sutradara di film berjudul Sedap Malam pada 1950. Ini setelah Djamaluddin Malik memintanya menyutradarai film untuk perusahaan Persari. 

Di film tersebut Djamaluddin bertindak sebagai produser dan sang suami Andjar penulis skenario. Film ini menjadikan Ratna sebagai sutradara wanita Indonesia pertama. 

Pada 1953, Ratna mendirikan rumah produksi Ratna Films, dengan membuat satu film berjudul Nelajan. Namun, namanya berganti menjadi Asmara Films. 

Sutradara wanita pertama di Indonesia ini pun sempat membuat satu film lagi, Dewi dan Pemilihan Umum pada 1954, bertepatan dengan pemilihan umum pertama pada 1955. Seiring perjalanan waktu, Ratna berpulang pada 1981. 

Setelah Ratna, hanya ada tiga sutradara wanita Indonesia sampai akhir abad ke-20, Chitra Dewi, Sofia WD, dan Ida Farida. Sutradara ini jarang mendapat pengakuan yang sama seperti sutradara pria. Selama periode ini menjadi bintang film merupakan satu-satunya cara seorang perempuan mendapatkan prestasi tinggi. Memang, selama kariernya sebagai sutradara Ratna jarang mendapat dukungan dari sutradara pria.

Editor: Dyah Ayu Pamela

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut