Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jangan Anggap Migrain Biasa, Gejala Ini Bisa Jadi Tanda Stroke
Advertisement . Scroll to see content

Sering Salah Diagnosa! Ini Perbedaan Vertigo, Migrain dan TTH

Sabtu, 06 Juni 2026 - 06:01:00 WIB
Sering Salah Diagnosa! Ini Perbedaan Vertigo, Migrain dan TTH
Banyak orang masih keliru membedakan antara vertigo, migrain, dan Tension Type Headache (TTH), sehingga kerap melakukan diagnosis sendiri. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

"Bahkan biasanya pada kasus migrain, ini ada sampai mual, muntah, atau lihat cahaya berkedip sebelum sakit kepala muncul. Nah, untuk migrain ini sendiri dia berhubungan dengan aktivitas saraf dan pembuluh darah di otak yang biasanya terlalu sensitif," ucapnya.

Adapun TTH atau Tension Type Headache merupakan jenis sakit kepala yang paling sering dialami kalangan muda. Kondisi ini biasanya menimbulkan sensasi kepala seperti diikat, ditekan, atau terasa berat pada bagian belakang kepala dan leher.

"Dan yang terakhir, TTH atau tension type headache. Nah, jadi ini yang paling sering dialami sama anak-anak muda. Nah, rasanya ini seperti kepala diikat, ditekan atau berat di bagian belakang kepala dan leher. Dan biasanya ini muncul karena stres, sering begadang, postur badan yang jelek, atau terlalu lama depan laptop,” katanya.

Meski demikian, dr Aditya mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan gejala tertentu yang menyertai sakit kepala. Jika muncul gangguan bicara, kelemahan pada salah satu sisi tubuh, kehilangan penglihatan secara mendadak, kejang, atau sakit kepala paling hebat yang pernah dirasakan, kondisi tersebut harus segera mendapat penanganan medis.

"Tapi kalau misalnya sakit kepala ini disertai bicara pelo, lemah sebelah tubuh, penglihatan mendadak hilang, ada kejang atau sakit kepala paling parah seumur hidup, itu jangan pernah dianggap sepele atau anggap migrain biasa atau misalnya TTH biasa. Karena bisa jadi kondisi serius seperti misalnya stroke atau gangguan otak lainnya," ujarnya.

Gejala-gejala tersebut dapat menjadi tanda adanya gangguan saraf serius, termasuk stroke atau penyakit otak lainnya yang memerlukan penanganan cepat.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut