Profil Uun Unajah, Founder Mojang Jajaka Jawa Barat yang Meninggal Dunia
Sebagai pemegang gelar Master Pendidikan (M.Pd) dan diploma internasional Cidesco, ia berhasil mengawinkan ilmu estetika modern dengan pakem tradisional yang sakral.
Namanya paling dikenal sebagai pendiri dan pembina utama ajang Mojang Jajaka (Moka) Jawa Barat. Baginya, Moka bukan sekadar kontes kecantikan, melainkan wadah untuk mencetak generasi muda yang memiliki filosofi Gapura Paraguna, sosok yang tidak hanya elok dipandang, tapi juga berwawasan luas, beretika (tata krama), dan mencintai akar budayanya.
Di dunia tata rias, Uun Unajah adalah rujukan utama. Melalui organisasi Tiara Kusuma (Persatuan Ahli Kecantikan dan Pengusaha Salon Indonesia), ia aktif memberikan edukasi agar para penata rias (MUA) masa kini tidak meninggalkan pakem asli.
Ia dikenal sangat detail dalam mengajarkan filosofi riasan. Salah satu karyanya yang monumental adalah buku 'Tata Rias Pengantin Kebesaran Sumedang' (2006).
Dalam buku tersebut, ia membedah makna di balik setiap helai kain dan aksesori, seperti Siger (mahkota) dan Seureuh Tumbal (daun sirih di kening), yang ia yakini sebagai simbol doa dan perlindungan bagi mempelai.
Tidak banyak praktisi kecantikan yang juga aktif menulis, Uun Unajah sadar bahwa ilmu akan hilang jika tidak dibukukan. Selain buku tentang pengantin Sumedang, ia juga merilis 'Pelestarian Busana dan Sanggul Daerah' (2009).