Profil dan Biodata Ahmad Albar, Rocker 77 Tahun yang Tenar dengan Julukan Iyek
Sayangnya, Ahmad Albar dan God Bless sempat mengecewakan sebagian penggemarnya ketika pada 1979 ia merilis album dangdut berjudul Zakia. Padahal saat itu dangdut masih dianggap music yang kampungan oleh sebagian masyarakat Indonesia. Namun tak disangka, lagu Zakia yang diciptakan Iyek justru booming.
Pada 1980, Iyek bersama God Bless mengeluarkan album kedua berjudul Cermin. Dan Ian Antono bergabung dalam grup ini. Sayangnya setelah itu, God Bless vakum lama tetapi Ahmad Albar tetap bersolo karier atau tampil bersama penyanyi lain antara lain Gito Rollies dan Mus Mujiono.
Sepanjang 1980-an hingga pertengahan 1990-an, Ahmad Albar mengeluarkan beberapa karya seperti album Syair Kehidupan (1980) bersama Ian Antono, Dunia Huru Hara dan Dunia Dibakar Api (1988) yang dibuat bersama pemusik Areng Widodo, Kartika (1989) bersama Gito Rollies, album Secita Cerita, Langkah Pasti, dan Scenario bersama Fariz RM, dan Tangan Baja bersama Farid Hardja, serta Jangan Ada Luka (1996) bersama lady rocker Nicky Astria.
Iyek juga sempat menajdi vokalis untuk band Gong 2000 yang digawangi Ian Antono, Albert Wijaya, Yaya Muktio (drum), Harry Anggoman (keyboard), dan Donny Fatah. Bersama grup ini, Iyek menghasilkan beberapa album yakni Bara Timur (1991), Gong Live (1992), Laskar (1993), dan Prahara (2000).
Selain itu, Iyek juga mengeluarkan album solo, yaitu Bis Kota (1990), Giliran Siapa (1991), Rini Tomboy (1991), Menanti Kepastian (1992), Bunga Kehidupan (1994), Biarlah Aku Pergi (1994), dan Kendali Dendam (1995). God Bless juga masih mengeluarkan sejumlah album rekaman seperti Semut Hitam (1988), Raksasa (1989), The Story of God Bless (1990), 18 Greatest Hits of God Bless (1992), dan Apa Kabar (1997).