Pengorbanan Tasya Kamila sebagai Alumni LPDP, Kehilangan Momen Terakhir sang Ayah Meninggal demi Pengabdian
Selama kuliah, Tasya tidak hanya mengejar nilai akademik. Dia aktif dalam organisasi global, menjalani magang di Kementerian ESDM, dan menginisiasi proyek energi mandiri di Sumba, Nusa Tenggara Timur. Semua itu dia jalani sebagai bagian dari bekal pengabdian.
Usai lulus, dia memastikan komitmennya untuk kembali ke Indonesia. Masa bakti LPDP periode 2018-2023 dia jalani dengan berbagai kegiatan di bidang pendidikan, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. "Berkomitmen untuk PULANG ke Indonesia pascalulus dan selama masa bakti," tulis Tasya.
Purbaya Peringatkan Penerima LPDP: Jangan Hina Negara!
Sebagai figur publik, dia memosisikan diri sebagai jembatan antara kebijakan dan masyarakat. Melalui yayasan Green Movement Indonesia, dia mendorong gerakan akar rumput untuk keberlanjutan. Talkshow, seminar, dan workshop rutin dia lakukan demi memberdayakan generasi muda.
Platform digital juga dia manfaatkan untuk menyebarkan kesadaran lingkungan. Baginya, kontribusi tidak berhenti saat masa bakti selesai.
"Buatku, kontribusi kepada negeri tidak berhenti di masa bakti. Ini merupakan perjalanan dan komitmen seumur hidup untuk terus mencintai negeri, menghargai perjuangan rakyat, dan membangun Indonesia yang sejahtera dan berkelanjutan," tulis Tasya.
Istri Randi Bachtiar itu menegaskan pengabdian tidak selalu harus melalui jalur formal. Menurut dia, setiap orang memiliki ruang untuk berkontribusi, termasuk sebagai ibu rumah tangga.
"Siapapun kita, memiliki tempat untuk berkontribusi asal kita mengusahakannya. Termasuk kami, para ibu rumah tangga," ujarnya.
Editor: Dani M Dahwilani