Omed Omedan Tradisi Mencari Jodoh Paling Ekstrem di Bali, Muda-Mudi Bebas Ciuman
Pasangan ini diizinkan untuk berciuman atapun berpelukan dengan lawan jenis. Bila keduanya tidak mau melepaskan satu sama lain, panitia akan menyiramnya dengan air.
Kemudian diteruskan sampai seluruh peserta mendapatkan gilirannya masing-masing. Jika ada yang tidak saling suka, biasanya memilih menghindar walaupun risikonya terus didorong.
Tradisi ini diiringi oleh alunan gamelan dan nyanyian khas budaya Omed Omedan. Dengan penggalan lirik yang memiliki arti berpelukan, ciuman, siram, dan tarik menarik.

“Omed-omedan, saling kedengin, saling gelutin. Diman-diman... Omed-omedan, besik ngelutin, ne len ngedengin. Diman-diman...”
Selepas acara ini selesai, pasangan yang tadi sudah berciuman atau berpelukan dapat langsung berjodoh. Kalau belum, dapat mengikuti lagi di tahun berikutnya.
Wajarnya, Omed Omedan dilaksanakan setelah Hari Raya Nyepi. Peserta yang hadir wajib sembahyang bersama di Pura Banjar, lalu menyaksikan pertunjukan Tari Barong Bangkuang sebagai pengingat momen babi hutan yang berantem di desa Sesetan ini.
Editor: Elvira Anna