Mengenang S Bagio Pelawak Legendaris Era 1970-an, Suka Latah Eh Copot-Copot
Film-film S Bagio di awal karier yakni Berabe (1960), Darah Tinggi (1960), Istana yang Hilang (1960), Lompong Sagu (1960), Mak Tjomblang (1960), Si Djimat (1960), dan Teruna Djenaka (1960). Dalam film-filmnya di era itu, S Bagio bermain bersama beberapa pelawak seperti Iskak dan Ateng.
Sebagai seorang pelawak, S Bagio juga mengalami bongkar pasang dalam geup lawak. Trio E.B.I tadi berubah menjadi Bagio-Iskak dan Atmonadi. Kemudian, Atmonadi digantikan oleh Ateng. Lalu, terjadi lagi perubahan formasi, di mana Ateng dan Iskak membentuk group sendiri, dan Bagio bergabung dengan S Diran, Sol Soleh dan S Darto.
Empat pelawak ini lalu dikenal sebagai Bagio Cs di setiap kemunculannya. Di era 1970-an inilah grup lawak tersebut berada di jajaran paling depan sebagai kelompok pengocok perut yang terkenal di Indonesia. Begitu juga S Bagio yang terkenal dengan gaya lawakan yang mendidik dan halus, serta identik bermain karakter kagetan dan suka latah.
Kariernya sebagai pemain film juga berumur panjang hingga di awal era 1980-an. Di film terakhirnya, Sang Guru (1981), S Bagio bahkan masuk nominasi sebagai Pemeran Utama Pria Terbaik di ajang Festival Film Indonesia (FFI) tahun 1982.
Di tahun yang sama, S Bagio juga menerima penghargaan di bidang komedi sebagai Best Indonesia Clown (Gold Gufo) pada 27 Maret 1982. Selain itu, di samping kariernya sebagai pelawak dan aktor, S Bagio juga pernah menulis skenario film serta asisten sutradara. Dia pun tercatat pernah memimpin grup band, meski tidak sempat bertahan lama.
S Bagio meninggal dunia di Jakarta pada tahun 1993. Dia mengembuskan napas terakhirnya pada 29 Juli 1993 di umur 60 tahun. Kepergian S Bagio tidak hanya meninggalkan puluhan karya film dan gaya lawakannya yang halus dan mendidik, tetapi juga 11 orang anak.
Editor: Elvira Anna