Mengenang Roekiah, Artis Tercantik Era Kolonial Meninggal akibat Kekejaman Jepang
Suatu ketika, Roekiah sempat mendapat izin dari sang ibu untuk naik ke atas panggung. Namun, saat berpentas, sang ayah yang tak mengetahui soal izin itu pun menyuruh Roekiah berhenti bernyayi. Alhasil, Roekiah mogok makan sampai akhirnya kedua orang tuanya mengalah dan membolehkan Roekiah tampil rutin bersama rombongan mereka.
Pada 1932, Roekiah bergabung dengan Palestina Opera, di mana dia bertemu dengan Kartolo, seorang pianis, aktor, dan penulis lagu rombongan tersebut. Ketika Roekiah berusia 17 tahun, mereka berdua menikah dan selalu berkarier bersama.
Meski sama-sama aktor, Roekiah dan suaminya jarang bermain bersama dalam sebuah film. Malah aktor Rd Mochtar yang selalu tampak berpasangan dengan Roekiah di layar. Bersama Mochtar, Roekiah telah membuat empat film, di mana mereka berdua menjadi tokoh dua sejoli.
Kedekatan mereka di layar kaca mendapat banyak pujian dari media, membuat Roekiah dan Mochtar menjadi pasangan selebriti pertama di Indonesia.
Setelah bertahun-tahun menggarap film bersama beberapa studio, Roekiah direkrut pemerintah kolonial Jepang pada 1942. Membuat berbagai media propaganda dari lagu hingga film, Roekiah pun diajak tur berkeliling Jawa untuk menghibur para tentara Jepang.
Namun, dalam masa tur ini, Roekiah jatuh sakit dan sempat keguguran karena kerasnya bekerja di bawah perintah tentara Jepang. Akhirnya, setelah rampung tur, Roekiah pulang ke Jakarta.
Dunia perfilman berduka, Roekiah meninggal dunia tak lama setelah Proklamasi, pada 2 September 1945. Dia berpulang di usia 27 tahun.
Editor: Dani M Dahwilani