Mengenang Komedian Ateng, Keturunan Tionghoa Bakatnya Ditemukan Pengasuh Sekolah
Selain dikenal sebagai pelawak, Ateng juga membintangi sejumlah judul film yang melambungkan namanya. Film yang dia bintangi, seperti Kuntilanak (1962), Bing Slamet Setan Djalanan (1972), Bing Slamet Sibuk (1973), Bing Slamet Koboi Cengeng (1974), Ateng Minta Kawin (1974), dan masih banyak lagi.
Ateng pun makin eksis dengan membintangi judul film, seperti Ateng Minta Kawin (1974), Ateng Raja Penyamun (1974), Ateng Mata Keranjang (1975), Ateng Sok Tahu (1976), Ateng Bikin Pusing (1977), hingga Ateng Sok Aksi (1977).
Pada era 1980-an, Ateng pernah mengisi acara Ria Jenaka di TVRI. Di acara televisi itu, menghadirkan tokoh-tokoh punakawan seperti Semar, Petruk, Gareng, dan Bagong. Di acara tersebut Ateng dikenal dengan karakter Bagong, sementara rekannya Iskak sebagai Petruk.
Lewat Ria Jenaka, Ateng dan Iskak dipertemukan dengan Slamet Harto sebagai Gareng, dan Sampan Hismanto yang memerankan Semar. Setelah acara tersebut, Ateng dan Iskak pun masih eksis menghidupkan dunia komedi di Indonesia. Bahkan persahabatan mereka bisa dibilang tak terpisahkan. Mereka berpisah hanya karena maut memanggil.
Diketahui sahabat Ateng, Iskak meninggal dunia pada 16 Januari 2000. Iskak, mengembuskan napas terakhirnya di usia 66 tahun. Tiga tahun setelahnya, tepat pada 6 mei 2003, Ateng meninggal dunia di Mitra Internasional Jatinegara karena penyakit benjolan di tenggorokan. Jenazah Ateng kemudian dikremasikan di Krematorium Nirwana, Cilincing Jakarta Utara.
Meski sudah tiada, namanya masih dikenang hingga saat ini. Tak ada yang bisa menggantikan sosok Ateng yang jenaka dan memiliki lawakan yang khas.
Editor: Elvira Anna