Lansia Harus Bahagia agar Tak Cepat Sakit, Kemenkes Ingatkan Risiko Kanker hingga Jantung
Sebab itu, upaya menjaga kesehatan lansia perlu dilakukan secara menyeluruh atau holistik. Selain menjaga kebugaran fisik, aspek kesehatan mental juga harus menjadi perhatian agar kualitas hidup lansia tetap baik.
Untuk menjaga kondisi fisik, dr. Imran menyarankan lansia rutin melakukan aktivitas sederhana seperti berjalan kaki. Aktivitas tersebut dinilai efektif menjaga kesehatan jantung tanpa harus menguras energi secara berlebihan.
"Jadi intinya kita selain tadi aktivitas fisik ya juga harus bahagia. Aktivitas fisik ini yang kami perlu sampaikan adalah tidak usah terlalu berat sebetulnya. Minimal jalan 30 menit sehari, seminggu minimal lima kali untuk bisa menjaga tubuh kita, jantungnya lebih sehat," ucap dia.
Selain olahraga aerobik, lansia juga dianjurkan melakukan latihan kekuatan dengan beban ringan. Menurut dr. Imran, latihan ini penting karena massa otot manusia secara alami mulai berkurang sejak usia 30 tahun.
"Dan yang kedua ternyata angkat beban. Nah, kenapa? Karena ternyata secara fisiologis sejak usia kita 30 tahun otot kita itu berkurang. Nah, kalau kita berkurang kekuatan kita lemah akhirnya juga tidak bisa menopang badan dengan baik," kata dia.
Dia menjelaskan, berkurangnya massa otot membuat tubuh lebih bergantung pada tulang sebagai penopang. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko osteoporosis pada lansia.
"Yang menopang hanya tulang sehingga akhirnya nanti kena osteoporosis ya dan lain-lain. Jadi kita harus ada angkat beban. Tidak usah beban barbel yang ratusan kilo jauh usah gitu ya," ujar dr. Imran.
Editor: Dani M Dahwilani